Kamis, 06 Desember 2018

Puisi

ALmaudhudhi
SAAT ADZAN ISYA
Allahu Akbar
Allahu Akbar
: DUUUM!!!
Belum selesai kumandang adzan kedua diawal malam
Sekejap pekat mengiringi dahsyatnya dentuman dan hentakan
Suara gemuruh gemeretak
Seiring bumi digoncangkan
Bergetar menghentak
Pekik teriak ketakutan
Tangis rintih kesakitan
Ucap takbir istighfar
Tak habis habis
Bersaut sautan
Malam pengap debu tebal berterbangan mati penerangan
Suara kaki kaki berlarian dan teriakan memanggil
Keluarga yang terpisah
Bercampur suara gemuruh bumi bergoncang menebar kecemasan ketakutan sepanjang malam yang mencekam
Tibalah menjelang pagi dan sinar matahari mulai menyibak tabir kegelapan
Semua telah luluh lantah
Jasad jasad bertebaran tertindih reruntuhan bangunan
Diantaranya masih ada yang merintih kesakitan menangis
Terjepit terperosok diantara tanah membengkah
Dan yang diantaranya masih selamat
Dengan bibir tak berhenti ucap takbir dan istighfar
Berjalan berlari kesana kemari dalam kebingungan dan ketakutan
Memanggil manggil keluarganya yang hilang
Mengais puing puing mencari yang tersisa
: Tak ada yang pernah menduga sebelumnya
  Dan masih ada berikutnya
  Di tempat yang sama begitupun di tempat lainnya
                                                  Desember 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar